Ingin bebas dari kacamata atau lensa kontak, tapi tidak cocok untuk menjalani LASIK? Mungkin Anda bisa mempertimbangkan prosedur tanam lensa atau ICL. Namun sebelum menjalani prosedur tersebut, Anda sebaiknya memahami syarat untuk ICL dan kondisi mata seperti apa yang memenuhi kriteria ini.
Artikel ini akan membahas secara lengkap siapa saja yang menjadi kandidat ideal untuk ICL, apa saja manfaatnya, serta kapan waktu yang tepat untuk berkonsultasi ke dokter.
Mengenal Prosedur ICL (Implantable Collamer Lens)
Implantable Collamer Lens (ICL) adalah prosedur koreksi penglihatan yang dilakukan dengan menanamkan lensa khusus ke dalam mata, tepatnya di antara iris dan lensa alami Anda. Prosedur ini bertujuan untuk memperbaiki gangguan refraksi seperti rabun jauh (myopia) dan astigmatisme.
ICL menjadi alternatif bagi Anda yang tidak bisa atau tidak ingin menjalani LASIK karena alasan tertentu, seperti ketebalan kornea yang tidak memadai. Karena prosedur ini tidak mengubah struktur mata secara permanen, lensa ICL juga dapat dilepas jika suatu saat dibutuhkan.
Manfaat ICL Dibandingkan Koreksi Penglihatan Lain
ICL menawarkan berbagai keunggulan, terutama bagi Anda yang ingin mendapatkan penglihatan jernih tanpa alat bantu optik. Beberapa manfaat utamanya adalah:
- Mengoreksi rabun jauh dengan tingkat keparahan tinggi
- Tidak menyebabkan mata kering, cocok untuk penderita dry eye
- Prosedur yang reversibel, yaitu lensa bisa dilepas bila diperlukan
- Memberikan kualitas penglihatan yang lebih baik di malam hari
- Proses penyembuhan lebih cepat karena tidak ada jaringan mata yang diangkat
Baca Juga: Berapa Lama ICL (Tanam Lensa) Bertahan? Ini Efektivitasnya dalam Jangka Panjang
Apa Syarat Menjalani ICL?
Tidak semua orang dapat menjalani prosedur tanam lensa. Berikut ini adalah syarat untuk ICL yang perlu Anda ketahui:
- Usia antara 22 hingga 45 tahun. Usia ini dinilai ideal karena kondisi mata umumnya sudah stabil dan belum terlalu rentan terhadap perubahan yang disebabkan oleh usia.
- Resep kacamata atau lensa kontak stabil selama setahun terakhir. Jika penglihatan Anda masih berubah-ubah, prosedur ICL tidak dianjurkan.
- Tidak memiliki penyakit mata serius. Misalnya seperti glaukoma, infeksi aktif, atau gangguan retina yang bisa mempengaruhi hasil operasi.
- Struktur mata mendukung. Dokter akan memeriksa sudut anterior (antara iris dan kornea), bentuk serta ketebalan korean, dan jumlah sel endotel (lapisan penting di kornea).
Pemeriksaan awal oleh dokter spesialis mata sangat penting untuk memastikan semua syarat tersebut terpenuhi.
Baca Juga: Berapa Biaya Operasi ICL (Tanam Lensa)? Ini Rinciannya
Jenis Gangguan Penglihatan yang Cocok untuk ICL
Prosedur ICL umumnya direkomendasikan untuk beberapa kondisi berikut:
- Rabun jauh (myopia) sedang hingga berat. Terutama jika di atas -3.00 dioptri hingga -18.00 dioptri.
- Astigmatisme. ICL dapat membantu memperbaiki bentuk kelengkungan kornea yang tidak rata.
- Tidak cocok menjalani LASIK. Misalnya karena kornea tipis atau bentuk mata yang tidak mendukung.
- Ingin mengurangi ketergantungan pada kacamata atau lensa kontak. OCL bisa menjadi solusi permanen yang lebih nyaman dalam jangka panjang.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika Anda ingin melepaskan ketergantungan pada kacamata atau lensa kontak, atau jika penglihatan Anda sulit dikoreksi dengan alat bantu biasa, maka Anda bisa mulai berkonsultasi dengan dokter mata.
Anda juga disarankan menemui dokter mata apabila:
- Ingin tahu apakah kondisi mata Anda memenuhi syarat untuk ICL
- Mencari alternatif selain LASIK untuk koreksi penglihatan
- Ingin menjalani pemeriksaan menyeluruh seputar kesehatan mata.
Untuk konsultasi lebih lanjut dan pemeriksaan secara menyeluruh, Anda dapat mengunjungi ICL Center di Rumah Sakit Mata Undaan. Tim dokter ahli di sana siap membantu Anda menentukan apakah prosedur ini cocok untuk Anda.
Segera jadwalkan pemeriksaan dengan dokter spesialis mata untuk mendapatkan deteksi dini dan penanganan yang tepat guna melindungi penglihatan Anda! Nikmati kemudahan membuat janji temu dengan dokter melalui aplikasi BersamaMU dari Rumah Sakit Mata Undaan. Unduh aplikasinya sekarang di Google Play untuk Android dan App Store untuk iPhone!
Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Dini Dharmawidiarini, Sp.M(K)
