SURABAYA, 11 Maret 2026 – Dalam rangka memperingati World Glaucoma Week (WGW) RS Mata Undaan kembali menegaskan komitmennya dalam upaya pencegahan kebutaan melalui berbagai kegiatan edukasi dan skrining kesehatan mata. Mengusung tema “Uniting for a Glaucoma-Free World”, RS Mata Undaan mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap ancaman glaukoma yang sering kali tidak disadari sejak dini. Glaukoma merupakan salah satu penyebab utama kebutaan di dunia karena sering muncul tanpa gejala pada tahap awal, sehingga deteksi dini menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas penglihatan masyarakat.
Sebagai bagian dari rangkaian peringatan tersebut, Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RS Mata Undaan menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Glau-Connect” dengan misi “Terhubung dalam Harapan bersama Pejuang Glaukoma Mata Undaan”. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 10 Maret 2026 di Auditorium Prof. dr. M. Badri ini diikuti oleh sekitar 50 peserta yang terdiri dari anggota komunitas Pejuang Glaukoma Mata Undaan (JAGOAN), Kader Surabaya Hehat (KSH), serta pasien glaukoma.
Acara diisi dengan sharing session antara dr. Dewi Rosarina, Sp.M(K) dari sub divisi glaukoma RS Mata Undaan dengan Anang Sukarman (43 tahun), seorang penyintas glaukoma yang baru menjalani operasi GDD implant pada Februari 2026. Selain sesi edukasi, peserta juga mengikuti pemeriksaan tekanan bola mata menggunakan Non Contact Tonometry (NCT) dan pembagian doorprize. Sebagai momen silaturahmi di bulan suci Ramadhan, acara ini juga dirangkai dengan kegiatan buka puasa bersama.
Dalam suasana tersebut, komunitas JAGOAN bersama RS Mata Undaan mengadakan aksi sosial “Komunitas Berbagi” dengan membagikan bingkisan sembako kepada pekerja informal di sekitar rumah sakit seperti pedagang kaki lima, tukang becak, dan pekerja harian. Para peserta menyambut baik kegiatan ini karena memberikan wawasan baru dan mendorong mereka lebih peduli terhadap kesehatan mata. Anang Sukarman, penyintas glaukoma, juga mengingatkan pentingnya menjaga pola makan, tidak menyepelekan gangguan penglihatan, serta segera memeriksakan diri ke dokter jika merasakan ketidaknyamanan pada mata.
Selain kegiatan utama tersebut, RS Mata Undaan juga mengadakan skrining glaukoma di Puskesmas Kenjeran pada 11 Maret 2026 yang diikuti oleh 35 pasien Prolanis dengan Diabetes Melitus (DM) dan Hipertensi (HT). Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki tekanan bola mata dalam batas normal, namun beberapa di antaranya mengeluhkan keluhan penglihatan buram serta rasa tidak nyaman atau cekot-cekot pada mata.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Oggy Satriya, Sp.M juga memberikan edukasi singkat mengenai pengenalan penyakit glaukoma serta pentingnya pemeriksaan mata secara berkala sebagai langkah deteksi dini. Sementara itu, dr. Rosna, Kepala Puskesmas Kenjeran, mengapresiasi skrining yang dilakukan RS Mata Undaan. Menurutnya, penggunaan alat NCT membuat pemeriksaan tekanan bola mata lebih mudah dan nyaman sehingga pasien tidak merasa takut untuk memeriksakan matanya.
Rangkaian kampanye WGW 2026 RS Mata Undaan ini juga didukung kegiatan lain, seperti edukasi Live Radio di SHE Radio pada 3 Maret 2026 serta kampanye media sosial “Glaucoma Photo Challenge” selain itu pada pekan Glaukoma, tim PKRS pada unit pelayanan RSMU, seperti rawat jalan, rawat inap dan instalasi penunjang secara serentak memberikan edukasi kepada pasien. Untuk mendorong deteksi dini, RS Mata Undaan juga menghadirkan Promo Paket Skrining Glaukoma Lengkap yang berlaku mulai 8 hingga 31 Maret 2026.
Direktur RS Mata Undaan, dr. Sahata, Sp.M(K), menyampaikan bahwa keterlibatan komunitas menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya glaukoma. “Komunitas dapat menjadi ruang dukungan bagi pasien sekaligus sarana edukasi kesehatan. Melalui kolaborasi antara rumah sakit, tenaga kesehatan, dan komunitas, kami berharap deteksi dini glaukoma semakin meningkat sehingga risiko kebutaan dapat ditekan,” ujarnya.
