Hari Anak Nasional 2026, RS Mata Undaan dan SDK Santo Xaverius Gelar Skrining Mata, Temukan 13 Kasus Gangguan Penglihatan pada Anak

Surabaya, 13 Juli 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026, RS Mata Undaan Surabaya melalui Program Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) berkolaborasi dengan SDK Santo Xaverius menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan mata bagi siswa sekolah dasar sebagai upaya deteksi dini gangguan penglihatan pada anak. Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (13/7) ini diikuti oleh 55 siswa usia 6–8 tahun dan bertujuan meningkatkan kesadaran orang tua serta sekolah akan pentingnya pemeriksaan mata sejak dini untuk mendukung tumbuh kembang dan proses belajar anak.

Kegiatan diawali dengan edukasi kesehatan mata kepada para orang tua yang disampaikan oleh dr. Kafin Rifqi, Sp.M. Dalam penyampaiannya, dr. Kafin mengajak orang tua untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku anak yang dapat menjadi tanda gangguan penglihatan. “Perhatikan betul bahasa tubuh putra dan putri di rumah, seperti selalu mendekat jika melihat TV, sering menyempitkan mata, dan berkedip berlebihan. Bisa jadi itu adalah tanda penglihatan anak kita mulai terganggu,” ungkapnya. Setelah sesi edukasi, tim medis RS Mata Undaan melakukan skrining mata kepada seluruh peserta. Sebanyak 30 siswa mengikuti pemeriksaan dengan pendampingan orang tua, sementara peserta lainnya didampingi oleh wali kelas.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa dari 55 siswa yang mengikuti skrining, ditemukan 8 anak mengalami astigmatisme, 3 anak mengalami astigmatisme disertai dugaan ambliopia (lazy eye), serta 2 anak dengan temuan strabismus. Temuan ini menunjukkan bahwa skrining mata di lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam mendeteksi gangguan penglihatan yang sering kali belum disadari.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari pihak sekolah maupun orang tua siswa. Wakil Kepala Kesiswaan SDK Santo Xaverius, Bapak Anton, berharap pemeriksaan mata dapat memebrikan penanganan gangguan penglihatan yang cepat dan tepat untuk membantu siswa mengikuti proses belajar mengajar secara lebih optimal. Antusiasme peserta juga terlihat dari jumlah keikutsertaan yang melampaui target, yaitu dari target awal 40 siswa menjadi 55 siswa. Orang tua peserta pun memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi langsung dengan dokter mengenai kondisi penglihatan anak. “Pemeriksaan seperti ini sangat bermanfaat bagi kami, apalagi kami belum pernah melakukan pemeriksaan mata untuk anak kami,” ujar Ibu Silvia, orang tua dari Evelyn.

Melalui Program Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS), RS Mata Undaan Surabaya berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan edukasi dan skrining kesehatan mata yang menjangkau lebih banyak sekolah dan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini gangguan penglihatan pada anak, sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin demi mendukung tumbuh kembang serta prestasi belajar anak secara optimal.

Lainnya