Peringati Dry Eye Awareness Month 2026, RS Mata Undaan Gelar Pemeriksaan Mata Gratis untuk Warga Wisma Menanggal

Surabaya, 27 Juli 2026 – Dalam rangka menyemarakkan Dry Eye Awareness Month, RS Mata Undaan menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan penglihatan masyarakat melalui kegiatan bakti sosial. Acara yang memadukan edukasi kesehatan dan pemeriksaan mata gratis ini ditujukan bagi jamaah serta warga di sekitar Masjid Al Wahyu, Wisma Menanggal, Surabaya, pada Minggu (26/7/2026). Sebanyak 80 peserta dari berbagai kelompok usia—mulai dari remaja hingga kelompok lanjut usia —tampak antusias mendatangi lokasi sejak pagi hari.

Kegiatan diawali dengan sesi edukasi kesehatan mata yang disampaikan langsung oleh spesialis mata RS Mata Undaan, dr. Dedik Ipung, Sp.M. Usai mendapatkan pemahaman teknis mengenai pencegahan dan perawatan mata, para peserta menjalani serangkaian pemeriksaan medis yang komprehensif. Rangkaian tes tersebut meliputi pemeriksaan tekanan bola mata, tajam penglihatan, hingga pemeriksaan mata kering menggunakan metode schirmer test. Peserta yang terindikasi memiliki visus kurang baik maupun hasil schirmer test yang tergolong buruk langsung diarahkan untuk berkonsultasi lebih dalam bersama dr. Dedik Ipung, Sp.M di lokasi.

Dari hasil pemeriksaan marathon tersebut, tim medis menemukan 28 orang pada rentang usia 40–70 tahun mengalami kondisi mata kering (dry eye), 25 orang mengalami gangguan refraksi, dan 3 orang terdiagnosis katarak yang sudah tergolong matang. Selain itu, ditemukan pula 5 orang peserta dengan tekanan bola mata tinggi yang memerlukan penanganan khusus. Untuk menindaklanjuti temuan tersebut, tim medis meresepkan obat serta memberikan surat pengantar pemeriksaan lanjutan di RS Mata Undaan. Sebagai tindakan preventif awal, dokter juga membagikan pelembab mata kepada 35 peserta.

“Banyak masyarakat yang sering menganggap remeh gejala mata gatal, sepet, atau ganjal, padahal itu bisa jadi tanda awal dry eye atau bahkan masalah medis lain yang lebih serius seperti glaukoma dan katarak,” ujar dr. Dedik Ipung, Sp.M. “Melalui skrining awal ini, kami ingin mendorong masyarakat agar lebih peka dan tidak ragu memeriksakan matanya secara berkala sebelum kondisinya memburuk.”

Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh pihak penyelenggara lokal. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada RS Mata Undaan yang telah berkenan hadir dan memberikan pelayanan medis langsung di lingkungan kami,” ungkap pak Hari perwakilan Pengurus Masjid Al Wahyu. “Warga dan jamaah sangat terbantu, terutama para lansia yang sebelumnya kesulitan atau enggan memeriksakan matanya ke rumah sakit.”

Melalui aksi nyata ini, RS Mata Undaan berharap kesadaran masyarakat Surabaya terhadap pentingnya menjaga kesehatan penglihatan dapat terus meningkat, khususnya gangguan mata kering. Ke depannya, RS Mata Undaan berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program edukasi dan skrining kesehatan mata ke berbagai lapisan masyarakat, guna mewujudkan kualitas hidup warga yang lebih baik melalui penglihatan yang sehat.

Lainnya