SURABAYA, 9 Maret 2026 – Sebagai wujud komitmen dalam menghadirkan layanan donor dan transplantasi kornea berstandar nasional, Cornea Donation Center (CDC) Rumah Sakit Mata Undaan (RSMU) sukses menyelenggarakan agenda Verifikasi Sertifikasi Bank Mata oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) pada Jumat (6/3) lalu.
Kunjungan tim verifikator dari Jakarta ini bertujuan untuk meninjau kelayakan operasional dan memastikan seluruh layanan donor mata di CDC RSMU telah memenuhi regulasi yang berlaku di Indonesia.
Agenda yang berlangsung sejak pukul 10.00 hingga 15.00 WIB ini dipimpin langsung oleh dr. Yanti Herman, MH.Kes., selaku Direktur Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes RI. Turut hadir mendampingi proses verifikasi tersebut jajaran ahli dan pemangku kebijakan, antara lain Ketua Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Pusat, Ketua Perdami Jawa Timur, serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan Dinas Kesehatan Kota Surabaya.
Acara dibuka dengan pemaparan komprehensif dari dr. Yanti Herman mengenai regulasi umum seputar donor organ di Indonesia, yang kemudian dilanjutkan dengan penjabaran tata cara teknis verifikasi sertifikasi Bank Mata sesuai standar Kementerian Kesehatan.
Kepala CDC RSMU, dr. Dini Dharmawidiarini, SpM(K), menegaskan bahwa langkah verifikasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan rumah sakit dalam menjalankan misi kemanusiaan.
“CDC ini kan sejak awal berdirinya memang murni membawa amanah kemanusiaan. Jadi, lewat proses verifikasi hari ini, kami sangat berharap CDC RSMU bisa makin berkembang dan jangkauan bantuannya makin luas untuk masyarakat. Ke depannya, kami juga ingin sekali membangun jaringan bank mata dan komunitas donor yang lebih solid, supaya gerakan kebaikan ini bisa berjalan beriringan dan dampaknya lebih terasa nyata,” jelas dr. Dini.
Verifikasi ini turut mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Acara ditutup dengan sambutan dan arahan strategis dari Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) II RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K). Beliau menyampaikan apresiasi dan kekagumannya terhadap fasilitas serta kualitas alat kesehatan mata di RSMU.
“Jujur saya cukup kagum melihat fasilitas dan alat-alat kesehatan di sini yang sudah sangat maju. Harapan saya, CDC RSMU bisa terus berkembang dan jadi salah satu bank mata andalan, terutama untuk melayani wilayah Jawa Timur,” tutur dr. Benjamin.
Lebih jauh, dr. Benjamin juga menyampaikan visi terkait cakupan sistem donor di Indonesia. Beliau berharap suatu saat nanti Indonesia dapat memiliki lembaga khusus yang fokus mengelola sistem donor organ secara terpadu, seperti sistem yang sudah tertata rapi di Korea Selatan. Dengan adanya lembaga semacam itu, cakupan donor diharapkan tidak hanya terbatas pada ginjal dan kornea mata saja, melainkan juga mencakup organ-organ lain guna menyelamatkan lebih banyak nyawa.
Rangkaian kegiatan verifikasi ditutup dengan prosesi penyerahan plakat apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam mewujudkan standarisasi layanan ini, dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Melalui tahap verifikasi ini, CDC RSMU optimis dapat terus meningkatkan kepercayaan publik dan memperluas jangkauan edukasi terkait pentingnya donor kornea di Indonesia.
